Senin, 08 Juli 2013

Makna Pasang Ri Kajang

Pasang Ri Kajang adalah ungkapan bahasa konjo, semacam bahasa daerah yang cenderung diidentifikasikan sebagai bahasa Proto-Makassar dan bahasa ini dipakai sebagai alat komunikasi oleh penduduk kecamatan  Kajang dan sekitarnya. Ungkapan itu sendiri terdiri dari tiga kata, masing-masing "Pasang", "Ri", dan "Kajang". Tiga kata ini mempunyai arti  tersendiri.


Pasang secara harfiah berarti pesan-pesan, wasiat, atau amanat. Dengan demikian ungkapan tersebut dapat pula berarti Message, seperti di kenal dalam bahasa inggris, dan searti pula dengan istilah Risalah yang dikenal dalam bahasa Arab. Sebab ungkapan tersebut Messege dan Risalah masing-masing berarti Pesanan, warta, amanat, atau wasiat.

Kata "Ri" itu sendiri merupakan kata perangkai yang menunjukkan  tempat, artinya "Di", Sedang kata kajang adalah nama sebuah kecamatan, seperti yang telah diterangkan terdahulu. Jadi secara harfiah, ungkapan Pasang Ri Kajang Berarti pesan-pesan di kajang.

Sumber: DR. Mas Alim Katu. 2008. Kearifan Manusia Kajang. Pustaka Refleksi. Makassar.






READ MORE - Makna Pasang Ri Kajang

Rabu, 19 Juni 2013

Tujuh Ambulance Baru untuk Tujuh Puskesmas


AMBULANCE BARU. Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan memperhatikan bagian dalam salah satu mobil ambulance baru yang diserahkan secara simbolis kepada tujuh Puskesmas di Bulukumba. 
(Foto: Humas Pemkab Bulukumba)




Tujuh Ambulance Baru untuk Tujuh Puskesmas 

Tujuh Puskesmas yang tersebar pada tujuh kecamatan di Kabupaten Bulukumba masing-masing mendapatkan bantuan satu unit mobil ambulance. Ke-7 Puskesmas tersebut yaitu Puskesmas Bontobaharsi, Puskesmas Herlang, Puskesmas Bontotiro, Puskesmas Tanete, Puskesmas Caile, Puskesmas Borong Rappoa, dan Puskesmas Bontobangun.

Penyerahan mobil ambulance dilakukan secara simbolis dari Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan kepada Kepala Puskesmas Caile, Dokter H Abdul Rajab, di Kantor Dinas Kesehatan Bulukumba, Rabu, 4 Januari 2011.

Total harga ke-7 mobil ambulance baru itu kurang lebih Rp 2 miliar yang diambil dari APBD Bulukumba tahun anggaran 2011.

Pemberian ambulance yang dilengkapi dengan peralatan kesehatan yang lengkap dan canggih ini, kata Zainuddin Hasan, diharapkan dapat digunakan oleh petugas kesehatan untuk kepentingan pemberian pelayanan kesehatan secara maksimal kepada masyarakat. 

“Saya berharap ambulance ini digunakan demi kepentingan masyarakat. Tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi tanpa alasan yang jelas. Kalau digunakan tidak sesuai fungsinya, saya akan tindaki, kalau perlu saya minta tidak usah dipakai untuk urusan pribadi, gunakan saja untuk melayani masyarakat,” tegasnya.

Zainuddin juga berharap mobil ambulance tersebut dijaga dan dipelihara dengan baik. (win/r)


  
READ MORE - Tujuh Ambulance Baru untuk Tujuh Puskesmas

Dinkes Bulukumba Gandeng USAID

Tahun 2012 ini, Dinas Kesehatan Bulukumba membangun kemitraan dengan United State Agency International Development (USAID) untuk membantu meningkatkan kelangsungan hidup ibu dan bayi baru lahir. Tahun 2012 ini, sudah terdapat dua kasus kematian ibu dan anak yang baru lahir. (int)



Dinkes Bulukumba Gandeng USAID
- Tekan Angka Mortalitas Ibu

Harian Fajar, Makassar
Senin, 15 Oktober 2012
http://www.fajar.co.id/read-20121014185017-diskes-bulukumba-gandeng-usaid

BULUKUMBA, FAJAR -- Pemerintah Kabupaten Bulukumba bertekad menekan angka kematian (mortalitas) ibu dan anak di daerahnya. Tahun 2012 ini, Dinas Kesehatan Bulukumba membangun kemitraan dengan United State Agency International Development (USAID) untuk membantu meningkatkan kelangsungan hidup ibu dan bayi baru lahir.

Data dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Bulukumba, tahun ini sudah terdapat dua kasus kematian ibu dan anak yang baru lahir. Jumlah ini sebenarnya sudah menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai sembilan kasus kematian ibu dan anak.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba, drg Dian Wellyati Kabier mengatakan, rencana untuk menggandeng USAID sudah mulai dilakukan pekan ini. Menurutnya, dengan bekerja sama USAID, diharapkan angka kematian ibu dan anak di Bulukumba menjadi nol kasus.

Dia mengatakan, USAID menjalin kerja sama dengan dinas kesehatan dalam bentuk program Keselamatan Ibu dan Anak (KIA). Kerja sama ini dilakukan dalam bentuk multi stake holder.

Selain instansi pemerintah, kata dia, program ini juga akan melibatkan tokoh masyrakat dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) lainnya. Kerja sama ini dilakukan dengan pendekatan pendidikan bagi ibu-ibu yang sementara mengandung.

"Kita harapkan dengan kerja sama ini angka kematian ibu dan bayi menjadi nol kasus tahun depan," jelas dia.

Kerja sama dengan USAID ini, kata dia, dilakukan dalam tiga program. Di antaranya adalah air susu ibu (ASI) eksklusif, menyusui dini, dan persalinan aman.

Dia menambahkan, selama ini Bulukumba telah melakukan sejumlah program untuk menekan angka kematian ibu dan anak. Salah satunya adalah kegiatan kelas ibu hamil. Saat ini sudah terdapat 36 kelas ibu hamil yang tersebar di sejumlah kecamatan yang ada di Bulukumba.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Diskes Bulukumba, Wahyuni mengatakan, kelas ibu hamil memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu yang hamil. Dengan begitu, tingkat kesadaran ibu hamil akan ancaman kematian bisa semakin meningkat.

Awalnya, kelas ibu hamil dilakukan oleh masyarakat dengan swadaya murni. Kelas ini dibuat atas kerja sama antara bidan desa dengan masyarakat sekitar.

"Setidaknya, ibu hamil bisa paham mengenai proses persalinan," jelasnya. (eka/min) 




READ MORE - Dinkes Bulukumba Gandeng USAID

105 Penderita AIDS di Bulukumba, 3 Meninggal, 3 Waria, 2 Bayi


WAKIL Bupati Bulukumba, Syamsuddin, membuka acara Sosialisasi Buku Gerakan Pencegahan Narkoba dan Penularan HIV-AIDS Tingkat Pelajar se-Sulawesi Selatan yang dilaksanakan oleh Yayasan Kelompok Relawan Antisipasi AIDS (KRA-AIDS) Indonesia kerjasama dengan KPA Bulukumba, di Aula Kantor Dinas Kesehatan Bulukumba, Sabtu, 20 Oktober 2012. 
(Foto: Humas Pemkab Bulukumba)



105 Penderita AIDS di Bulukumba, 3 Meninggal, 3 Waria, 2 Bayi

Jumlah penderita HIV-AIDS di Kabupaten Bulukumba tergolong tinggi. Data yang dikumpulkan sejak 2008 hingga Juni 2012, sudah tercatat sebanyak 105 warga "Butta Panrita Lopi" yang terdeteksi menderita penyakit HIV-AIDS.

Dari 105 penderita tersebut, tiga di antaranya sudah meninggal dunia, tiga penderita waria, dan dua pendeita masih bayi. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa penyebab penularan umumnya dari narkoba, jarum suntik, dan hubungan seksual.


Data tersebut terungkap dalam Sosialisasi Buku Gerakan Pencegahan Narkoba dan Penularan HIV-AIDS Tingkat Pelajar se-Sulawesi Selatan yang dilaksanakan oleh Yayasan Kelompok Relawan Antisipasi AIDS (KRA-AIDS) Indonesia kerjasama dengan KPA Bulukumba, di Aula Kantor Dinas Kesehatan Bulukumba, Sabtu, 20 Oktober 2012. 

Sekretaris Komisi Penanganan AIDS, Fahmi, juga pernah mengungkapkan data tersebut saat berbicara pada Seminar Penanggulangan HIV-AIDS, yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), di Aula Kantor Dinas Kesehatan Bulukumba, Juli 2012.

Berbicara di hadapan puluhan guru dan kepala sekolah SMP dan SMA se-Kabupaten Bulukumba, Sabtu, 20 Oktober 2012, narasumber dari KRA-AIDS Indonesia Zulkifli Amin, mengungkapkan bahwa Bulukumba sekarang berada pada peringkat ke delapan jumlah penderita HIV-AIDS dari 24 kota dan kabupaten di Sulawesi Selatan.


“Syukurlah Bulukumba sekarang pada posisi peringkat ke delapan dimana sebelumnya berada pada peringkat ketiga se Sulawesi Selatan” ujarnya 

Menurut Zulkifli, salah satu upaya penggulangan bahaya HIV AIDS adalah mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan oleh penderita itu sendiri. Ketika mereka sudah teridentifikasi dan terindikasi kena HIV maka semua pihak harus melakukan antisipasi agar penderita tersebut mendapatkan perawatan, sehingga juga dapat mencegah terjadinya penularan.

Secara pribadi, Zulkifli mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan oleh KPA Bulukumba, karena ada kemajuan dalam pencegahan penularan HIV-AIDS di Bulukumba.

"Dalam gerakan pencegahan dan penanggulangan narkoba ini, Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) sangat penting, tinggal bagaimana mengembangkannya sesuai dengan kondisi lingkungan kita berada atau muatan lokal," tuturnya.

Dirinya sepakat dengan peserta yang mengusulkan agar setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah-sekolah seperti perkemahan, sedapat mungkin memiliki materi seputar narkoba, baik melalui lomba cerdas cermat, maupun lomba pidato.

Wakil Bupati Bulukumba yang juga adalah Ketua KPA Bulukumba, Syamsuddin, saat membuka acara sosialisasi tersebut, mengajak semua pihak untuk berkomitmen dan bertindak-nyata dalam upaya menyelamatkan para generasi muda.

"Narkoba tidak hanya merusak kesehatan, namun juga akan merusak mental para anak-anak muda. Orang yang terlibat narkoba, apalagi sudah terkena HIV-AIDS, adalah orang yang tidak bisa mengurus dirinya sendiri. Apa yang bisa diharapkan dari generasi muda seperti itu untuk dapat melanjutkan estafet pembangunan," paparnya.

Dalam upaya penyuluhan narkoba di kalangan pelajar, Syamsuddin mengharapkan disesuikan dengan kondisi tumbuh-kembang anak-anak atau disesuaikan dengan perkembangan zaman.

"Orang tua atau para guru tidak mesti melakukan dengan cara ceramah saja, namun bisa melalui kegiatan-kegiatan yang disenangi oleh para remaja, seperti lomba menyanyi atau lomba grup band antar pelajar. Pada kegiatan seperti itulah dimasukkan kampanye-kampanye anti narkoba. Namun yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan pembinaan terus menerus oleh orang tua kepada anak-anaknya, tidak boleh tanggung jawab pembinaan itu dilimpahkna sepenuhkan kepada guru di sekolahnya," urai Syamsuddin.

Buku Gerakan Pencegahan Narkoba dan Penularan HIV AIDS Tingkat Pelajar se-Sulawesi Selatan, diterbitkan oleh Biro Nafza dan HIV-AIDS Sekretariat Provinsi Sulawesi Selatan. Buku itu merupakan  panduan yang menjadi referensi bagi pihak sekolah dalam upaya melakukan penyuluhan atau advokasi pencegahan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. (asnawin)

READ MORE - 105 Penderita AIDS di Bulukumba, 3 Meninggal, 3 Waria, 2 Bayi

BBM, Miras, Kafe, Narkoba, Petasan, dan Balapan Liar di Bulukumba



Selain mengantisipasi berbagai kemungkinan dampak yang terjadi setelah harga BBM dinaikkan, Pemkab Bulukumba bersama unsur-unsur terkait, sudah membahas berbagai langkah antisipasi menghadapi bulan suci Ramadhan, terutama pengawasan terhadap peredaran miras, kafe, narkoba, petasan, serta balapan liar di Bulukumba. (Foto: Asnawin


==============
BBM, Miras, Kafe, Narkoba, Petasan, dan Balapan Liar di Bulukumba

Kabupaten Bulukumba, 5 Juni 2013.

Bahan bakar minyak (BBM) kini tengah ramai dibicarakan, karena pemerintah berencana menaikkan harganya. Tentu saja akan banyak dampak yang timbul, terutama aksi penolakan yang dipelopori mahasiswa dan naiknya harga-harga berbagai jenis barang.

Sehubungan dengan itu, pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu melakukan beberapa langkah antisipasi, termasuk mengantisipasi berbagai hal dalam memasuki hal-hal bulan suci Ramadhan Juli mendatang.

Pemerintah Kabupaten Bulukumba sudah memastikan mendukung langkah pemerintah pusat guna menaikkan harga BBM dan menyiapkan berbagai langkah antisipasi, terutama mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

Persiapan untuk berbagai langkah antisipasi tersebut dibicarakan dalam pertemuan di Kantor Bupati Bulukumba, Selasa, 4 Juni 2013. Pertemuan dipimpin Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan, Kapolres Bulukumba AKBP Jafar So'diq, Ketua Pengadilan Negeri Bulukumba Lambertus Limbong SH, Kajari Bulukumba Chaerul Fauzi, serta Dandim 1411 Bulukumba Letkol Agung Senoaji.

Yang menarik, pertemuan itu juga membahas berbagai langkah antisipasi menghadapi bulan suci Ramadhan, terutama pengawasan terhadap peredaran miras, kafe, narkoba, petasan, serta balapan liar di Bulukumba.

Tentang langkah-langkah antisipasi dampak kenaikan harga BBM, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Bulukumba Sukarman, mengatakan, selain koordinasi terpadu dengan aparat polisi (Polres) dan tentara (Kodim), Pemkab Bulukumba juga berencana menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat atau BLSM.

Pemkab Bulukumba juga akan menyiapkan program operasi pasar mengantisipasi kenaikan harga sembilan bahan pokok (Sembako) dan tarif angkutan.

"Harga sembako dan tarif angkutan biasanya akan ikut naik, sehingga perlu dilakukan operasi pasar," jelasnya. (asnawin/r)


READ MORE - BBM, Miras, Kafe, Narkoba, Petasan, dan Balapan Liar di Bulukumba

Jumat, 07 Juni 2013

SAJAK PEPERANGAN Abimanyu (Untuk puteraku, Isaias Sadewa)

SAJAK PEPERANGAN Abimanyu
(Untuk puteraku, Isaias Sadewa) 

Oleh:
WS Rendra

Ketika maut mencegatnya di delapan penjuru.
Sang ksatria berdiri dengan mata bercahaya.
Hatinya damai,
di dalam dadanya yang bedah dan berdarah,
karena ia telah lunas
menjalani kewjiban dan wajar.
Setelah ia wafat
apakah petani-petani akan tetap menderita,
dan para wanita desa
tetap membanjiri rumah pelacuran di kota?
Itulah pertanyaan untuk kita yang hidup.
Tapi bukan itu yang terlintas di kepalanya
saat ia tegak dengan tubuh yang penuh luka-luka.
Saat itu ia mendengar
nyanyian angin dan air yang turun dari gunung.
Perjuangan adalah pelaksanaan cita dan rasa.
Perjuangan adalah pelunasan kesimpulan penghayatan.
Di saat badan berlumur darah,
jiwa duduk di atas teratai.
Ketika ibu-ibu meratap
dan mengurap rambut mereka dengan debu,
roh ksatria bersetubuh dengan cakrawala
untuk menanam benih
agar nanti terlahir para pembela rakyat tertindas
- dari zaman ke zaman
                                                                            Jakarta, 2 Sptember 1977  


READ MORE - SAJAK PEPERANGAN Abimanyu (Untuk puteraku, Isaias Sadewa)

SAJAK ORANG KEPANASAN ( WS Rendra, Jumat, 15 Mei 1998 )

SAJAK ORANG KEPANASAN

Oleh:
WS Rendra

Karena kami makan akar
dan terigu menumpuk di gudangmu
Karena kami hidup berhimpitan
dan ruangmu berlebihan
maka kami bukan sekutu
Karena kami kucel
dan kamu gemerlapan
Karena kami sumpek
dan kamu mengunci pintu
maka kami mencurigaimu
Karena kami telantar dijalan
dan kamu memiliki semua keteduhan
Karena kami kebanjiran
dan kamu berpesta di kapal pesiar
maka kami tidak menyukaimu
Karena kami dibungkam
dan kamu nyerocos bicara
Karena kami diancam
dan kamu memaksakan kekuasaan
maka kami bilang: TIDAK kepadamu
Karena kami tidak bisa memilih
dan kamu bebas berencana
Karena kami semua bersandal
dan kamu bebas memakai senapan
Karena kami harus sopan
dan kamu punya penjara
maka TIDAK dan TIDAK kepadamu
Karena kami arus kali
dan kamu batu tanpa hati
maka air akan mengikis batu
Suara Merdeka, 
                                                                     Jumat, 15 Mei 1998


READ MORE - SAJAK ORANG KEPANASAN ( WS Rendra, Jumat, 15 Mei 1998 )